Header Ads





Program Bedah Rumah Akan Terus Diperjuangkan


TURUN LANGSUNG: Anggota DPR RI Agung Budi Santoso berada ditengah warga untuk mengawal program bedah rumah pemerintah pusat agar tepat sasaran.

jabarekspres.com, BANDUNG – Masih banyaknya kondisi pemukiman warga yang tidak layak huni membuat Agung Budi Santoso sebagai anggota DPR RI merasa perlu untuk melihat langsung kondisi rumah warga khususnya di Kota Bandung
Anggota DPR RI Komisi V ini mengungkapkan, sebetulnya diperkotaan masih banyak rumah-rumah milik warga yang kondisi tidak layak huni dan butuh perbaikan
Menurutnya, melalui aspirasi yang diserap didaerah pemilihannya.setiap tahunnya, pihaknya menerima sekitar 300 pengajuan bantuan rutilahu dari warga di dua kota yang menjadi daerah pemilihan (dapil)-nya itu.
“Kebetulankan di tingkan pusat melalui Kemen PUPERA ada program bedah rumah, dan saya menekankan kepada kementrian untuk membedah rumah diwilayah perkotaan,”jelas Agung ketika ditemui ketika mengunjungi langsung kelurahan Maleer Kota Bandung kemarin (30/7)
Dirinya menyebutkan, untuk tahun ini saja, sebanyak 336 rumah akan kita diperbaiki. Hal ini, sebagai bentuk konsistensi dirinya atas kondisi rumah-rumah milik warga yang kondisinya banyak yang tidak layak huni.
Dirinya menilai, khususnya dikota Bandung masalah pemukiman kumuh sebetulnya pihak pemkot maupun Provinsi Jabar sudah memiliki program Rutilahu.Namun, pada kenyataannya program tersebut berbenturan dengan aturan kepemilikan lahan.
“Ternyata diperkotaan itu banyak rumah milik warga yang lahannya bukan hak milik, sedangkan menurut aturan ini tidak diperkenankan untuk dibedah,”ucap Agung
Melihat kondisi ini, pihaknya bersama timnya berinisiatif untuk mengumpulkan anggaran secara swadaya untuk membantu warga memperbaiki kediamannya menjadi layak huni.
Agung menyebutkan, sejak 2011 lalu, tercatat 1.400 rutilahu di Kota Bandung dan Cimahi telah diperbaiki pihaknya melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang digulirkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PERA).
“Di sini saja (Kelurahan Maleer) ada 50 pengajuan rutilahu, insya allah sudah turun SK-nya. Saya berharap, program ini jangan dihapuskan karena program ini benar-benar buat orang tidak mampu. Makan aja susah, apalagi buat bangun rumah,” tuturnya.
Dirinya menilai, Kota Bandung melalui Walikotanya, sebetulnya memiliki solusi menata kawasan kumuh, dengan program rusun transit.Sehingga, kalau sudah tertata, warganya bisa kembali kerumah masing masing.
Kendati demikian, program ini membutuhkan kerjasama antar pemerintah daerah dan masyarakat. Sebab, tampa ada kesepahaman program sulit dijalankan.
Dia pun berharap, melalui program yang digagas Ridwan Kamil tersebut, jumlah rutilahu di Kota Bandung semakin berkurang dan akhirnya habis.
“Memang butuh kerja sama pusat, daerah, dan masyarakat,”kata Agung.
Masih di tempat yang sama, Lurah Maleer Wawan Hermawan mengaku bersyukur karena warganya telah menerima bantuan perbaikan rutilahu. Meski ada bantuan serupa dari Pemkot Bandung, namun, akan semakin banyak bantuan perbaikan rutilahu dari pihak lain, seperti para anggota DPR RI.
Dirinya mengakui, baru kali ini ada anggota DPR RI yang datang langsung untuk melihat kondisi rumah-rumah yang tidak layak huni diwilayahnya.
“Di sini masih banyak rutilahu, kalau didata betul-betul mah, ada lebih dari 100 rutilahu. Jadi pekerjaan Pak Agung belum beres dan kami berharap pemerintah memperhatikan itu,” tandas Wawan.

sumber: https://jabarekspres.com/2017/program-bedah-rumah-akan-terus-diperjuangkan/2/

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.